Ikan Gulama / Tirusan – Benda itu berbentuk tipis seperti kerupuk mentah berwarna putih dan keras. Ukuran bentuknya bervariasi ada yang selebar telapak tangan ada juga yang lebih lebar lagi, bentuknya lonjong dan tipis. Jika kita melihatnya tentu kita tidak tahu bahwa benda itu harganya sangat mahal. Jika sudah terkumpul banyak, pemiliknya bisa mengantongi ratusan juta rupiah.

Benda itu adalah sebuah gelembung ikan. Ya gelembung ikan. Saat ini di Merauke, Papua, nelayan-nelayan asyik berburu ikan yang mempunyai gelembung mahal ini. Bahkan boleh dibilang mereka mencari ikan bukan untuk menjual dagingnya tetapi untuk menjual gelembungnya. Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mereka di tengah laut untuk memburu gelembung ikan ini.

Ikan Gulama

Ikan gulama adalah ikan yang memiliki gelembung yang berharga mahal ini. Ikan Gulama dikenal juga dengan nama Ikan Tirusan dibeberapa daerah di Indonesia. Ikan gulama atau tirusan banyak hidup diperairan Sumatera, Jawa dan Papua. Selain itu ada juga beberapa jenis ikan yang memiliki gelembung mahal ini. Seperti ikan kakap cina, ikan angkui dan ikan kuroh. Ikan gulama yang dalam bahasa latinnya Pennahia Argentata memiliki sebuah gelembung didalam perutnya yang sedang dicari-cari oleh pembeli dan mereka berani membayar mahal untuk per kilogram gelembong ikan gulama ini.

Nelayan di Merauke, Papua pernah mendapatkan uang sebesar Rp. 300 juta lebih dari penjualan gelembung ikan gulama, kakap cina, angkui dan kuroh ini. Untuk mendapatkan jenis-jenis ikan ini mereka mengarungi lautan sampai ke daerah Wanam dan bahkan pernah sampai ke perbatasan dengan Papua Nugini. Tetapi tentu saja letih dan lelah mereka terbayarkan dengan hasil menjual gelembung yang sangat tinggi itu.

Menurut mereka diperairan dekat Papua Nugini masih sangat banyak ikan gulama, bisa mencapai ribuan ekor ikan gulama disana. Akan tetapi mencapai daerah itu bukanlah hal yang mudah, jarak yang jauh adalah faktor utama. Disamping itu bahan bakar dan bekal yang harus dipersiapkan tidaklah sedikit. Menurut mereka, melaut selama sebulan saja sudah menghabiskan uang belasan hingga puluhan juta rupiah.

Ikan Gulama dan Gelembung

Apalagi jika harus memasuki perairan laut diperbatasan, disana ada banyak sekali nelayan dari berbagai daerah. Tentu harus berkomunikasi dulu dengan nelayan yang sudah duluan sampai disana agar tidak terjadi keributan karena perebutan lokasi pencarian ikan gulama.

Untuk diperairan Merauke, ikan gulama sudah sulit mencarinya. Ikan gulama ini sudah langka disini kata para nelayan. Jadi mereka harus mencari ikan gulama ini sejauh mungkin.

Gelembung Ikan Gulama

Apa fungsi gelembung bagi ikan itu?

Gelembung ikan adalah salah satu organ tubuh ikan yang bisa membantu ikan tersebut agar bisa mengambang ke permukaan air. Setiap ikan memiliki gelembung dibagian perutnya. Agar ikan ini bisa bernafas naik ke permukaan air. Menurut informasi yang kami dapatkan di negara China, gelembung ikan adalah salah satu santapan mewah, karena gelembung ikan ini adalah sumber kolagen yang dapat konsumsi dengan manfaat sebagai penetralisir minuman beralkohol.

Lalu apa fungsi gelembung Ikan gulama, kakap cina, angkui dan kuroh ini?

Informasi dari nelayan yang sudah pernah menjual gelembung ikan ini, bahwa gelembung ikan-ikan ini akan diolah sehingga menjadi benang yang sering dipakai oleh dokter sebagai benang jahit organ didalam tubuh saat melakukan operasi bedah.

Gelembung ikan gulama / tirusan lebih mahal karena memiliki kualitas yang lebih baik. Tetapi gelembung ikan gulama juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin ikan. Ikan gulama jantan gelembungnya lebih mahal. Ikan gulama jantan dan betina memiliki bentuk gelembung yang berbeda. Gulama jantan gelembung pada bagian pinggir lebih tipis dan tebal dibagian tengahnya sedangkan gulama betina dari pinggir hingga ke tengah bentuknya tebal semua.

Berikut ini adalah daftar harga gelembung ikan gulama dan kakap cina yang didapat dari nelayan pemburu gelembung ikan gulama.

 

Gelembung Gulama/Tirusan Satuan (Kg) Harga (Rp)
Dibawah 10 gram 1 Rp.   8.000.000
10 gram 1 Rp. 18.000.000
20 gram 1 Rp. 28.000.000
30 gram 1 Rp. 38.000.000
50 gram 1 Rp. 53.000.000
80 gram 1 Rp. 83.000.000
Gelembung Kakap Cina Jantan Satuan (Kg) Harga (Rp)
Dibawah 50 gram 1 Rp.   4.500.000
50 gram 1 Rp. 11.000.000
100 gram 1 Rp. 17.800.000
150 gram 1 Rp. 22.500.000
Gelembung Kakap Cina Betina Satuan (Kg) Harga (Rp)
Dibawah 50 gram 1 Rp.   2.800.000
50 gram 1 Rp.   6.300.000
100 gram 1 Rp. 10.600.000
150 gram 1 Rp. 13.800.000
200 gram 1 Rp. 17.700.000
250 gram 1 Rp. 21.000.000

 

Pembeli gelembung ikan gulama ini adalah pengepul. Mereka akan datang menemui para nelayan yang sudah berlabuh jika sudah dihubungi. Mereka akan melakukan pengecekan kualitas gelembung yang didapatkan dan mengelompokkan gelembung sesuai dengan kriteria harga diatas. Gelembung-gelembung ikan yang sudah dikeringkan tersebut lantas ditimbang dan dilanjutkan dengan pembayaran sesuai dengan kriteria dan kualitas gelembung ikan. Gelembung ikan gulama yang sudah tua terlihat berwarna putih kemerah-merahan. Untuk gelembung tersebut dipotong 30% dari harga.

Gelembung Ikan Gulama 2

Sejak kapan gelembung ikan gulama ini bernilai mahal?

Menurut penuturan para nelayan, sekitar tahun 2000 ada orang dari China Tionghoa datang kesana dan minta dicarikan gelembung ikan gulama ini, mereka berani membayar mahal untuk gelembung ikan ini. Sontak para nelayan yang mengetahui informasi ini langsung berbondong-bondong mencari ikan gulama. Setelah mendapatkan gelembung ikan gulama ini ternyata orang Tionghoa itu benar-benar membayar mahal gelembung ikan ini. Akhirnya para nelayan disana sampai sekarang fokus pada perburuan ikan Gulama dan ikan-ikan yang gelembungnya dibayar mahal. Yang pada awalnya mereka hanya mencari ikan-ikan, cumi-cumi, kepiting dan buruan laut lainnya sekarang mereka sudah berubah haluan mencari ikan gulama, ikan kakap cina, angkui dan kuroh.

Apabila sedang untung, dalam satu bulan berlayar dan mencari ikan gulama mereka bisa mendapatkan seratus juta rupiah. Dalam satu kapal biasanya terdiri dari 6 orang nelayan, keuntungan tersebut mereka bagi setelah dipotong biaya minyak solar, bekal dan sewa kapal. Setelah istirahat beberapa minggu dan bahkan sampai sebulan baru mereka menyiapkan bekal kembali, maka mereka akan berlayar lagi untuk berburu ikan gulama ini.

Terkadang mereka harus beristirahat lama jika pada saat waktu berlayar telah tiba ternyata cuaca buruk dan badai.

Baca juga: Budidaya Ikan Betutu, Prospek yang Menjanjikan

Komentar

Komentar